Tampilkan postingan dengan label Guru Honorer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Honorer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2013

123 Ribu PNS Pensiun, Jatah Honorer Cuma 60.000

Indah Widya Astuti, Ketua Umum FKGS Kota Bekasi
Jakarta (FKGS) - Hingga akhir tahun 2013, sebanyak 123.167 orang pegawai negeri sipil (PNS) di seluruh Indonesia akan memasuki pensiun. Namun, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN&RB) hanya akan memberikan formasi CPNS untuk tenaga honorer sebesar 60.000.

Padahal saat ini ada sekitar 600.000 tenaga honorer Kategori II yang menambatkan hatinya agar diangkat menjadi CPNS.

Jumat, 03 Mei 2013

Nurbaya, Guru Honor Berprestasi Tingkat Nasional



BIASANYA guru honor hanyalah pelengkap kekurangan tenaga pengajar di suatu sekolah. Mereka menerima gaji ala kadar dan hidup jauh dari kecukupan. Namun, di Kota Solok, seorang guru honor justru menjadi kebanggaan sekolah dan daerahnya.

Nurbaya, guru honor berprestasi
Itulah Nurbaya, didapuk sebagai guru berprestasi tingkat nasional. Wanita asal Cubadak, Batusangkar, Kabupaten Tanahdatar ini, berpenampilan sederhana, ramah, murah senyum, namun gigih dalam bekerja.
Karena penampilan dan karakternya itu, banyak orang suka bergaul dengan wanita berusia 40 tahun itu. Nurbaya mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK 1 Kosgoro Solok, sejak tahun 2000 silam.
Dua tahun terakhir, ia juga aktif sebagai guru honor di SMKN 1 Kota Solok. Ketika ditemui, dia terlihat membawa beberapa buku ajar dan menyandang tas yang kelihatannya hampir penuh.

Tak ada aksesoris apa pun yang dipakainya. Dia juga tidak memiliki sepeda motor, apalagi mobil. Untuk pergi dan pulang sekolah, dia naik ojek, kadang dijemput suaminya yang juga seorang guru honor.

Yang dimiliki Nurbaya hanya rasa percaya diri yang tinggi. Meski hanya honorer, dia memiliki wawasan dan kompetensi yang mumpuni. Kemampuan itu dia tuangkan dalam proses belajar mengajar dan berbagai lomba karya tulis antarguru.

Jumat, 19 April 2013

BKN Heran Pemko Berani Coret 38 Honorer K2

JAKARTA - Dugaan pencoretan 38 nama honorer kategori dua (K2) yang dilakukan Pemko Pematangsiantar, mengejutkan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

Kepala Bagian (Kabag) Humas BKN, Tumpak Hutabarat, menegaskan, Pemko Siantar tidak punya kewenangan sama sekali mencoret nama-nama yang ada di daftar honorer K2 yang dikirim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).


Kewenangan Pemko Siantar hanyalah mempublikasikan daftar honorer K2 selama masa uji publik. Jika ada sanggahan-sanggahan dari masyarakat, termasuk dari honorer K2 yang mrasa memenuhi persyaratan namun namanya tidak muncul di daftar, harus disampaikan ke Kemenpan dan BKN.


"Jadi yang punya kewenangan mencoret nantinya adalah pusat. Pemda tak punya kewenangan mencoret," ujar Tumpak Hutabarat kepada JPNN kemarin (18/4).

Senin, 15 April 2013

Kota Bekasi Uji Publik Honorer Disdik 2.137 Orang

Tenaga Guru 1.510 & Lainnya 627 orang

Guru Honorer Rapat Rekap Data K2
Kota Bekasi (BIB) - Pemerintah Kota Bekasi hanya melaksanakan uji publik terhadap 2.137 orang di lingkungan Dinas Pendidikan termasuk Guru dan Tenaga Administrasi lainnya.
Sementara keseluruhan tenaga honorer yang diujipublikkan adalah versi pertama 3.388 orang dan versi kedua 1.044 orang.

Uji Publik Kota Bekasi Tinggal 1 Hari Lagi

Pa Dasuki sedang melamunkan nasibnya selama Uji Publik

Kota Bekasi (BIB) - Masa Uji Publik untuk memberikan sanggahan, pengaduan atau duplikasi Daftar Tenaga Honorer Kategori II di seluruh Indonesia tinggal satu hari lagi, yakni hingga 16 April 2013 besok.
Ternyata masa uji publik lebih banyak kontroversial terhadap pengkategorian (K2, K2 dan Non Kategori) sesuai amanat PP 48/2005, PP 43/2007 junto PP 56/2012 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).