Sabtu, 05 Oktober 2013

1.299 Tenaga Honorer K2 Gugur Saat Verval BKD Kota Bekasi


Guru Honorer Kota Bekasi
Lolos Berkas 3.136 K2

Bekasi Selatan [FKGS KOTA BEKASI] - Hingga berakhirnya verifikasi dan validasi yang dilakukan BKD Kota Bekasi terhadap Tenaga Honorer Kategori II (K2), sebanyak 1.299 orang dinyatakan berkasnya tidak lengkap, tidak valid, nama rangkap dan dinyatakan gurur, atau tidak dapat mengikuti proses selanjutnya.

Sementara 30 orang telah menyatakan mengundurkan diri dengan kerelaan hati sendiri karena mereka merasa tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti Tes CPNS K2.

"Dari 4.435 TH K2 Kota Bekasi, sebanyak 1.299 orang hampir dipastikan gugur dan 30 orang mengundurkan diri. Sehingga data yang dianggap tersisa dan lengkap hanya 3.136 orang," kata Hj. Roro Yoewati, M.Si Sekretaris BKD Kota Bekasi saat rapat koordinasi dengan tim verval Honorer K2 di Bekasi, Jum'at, 4 Oktober 2013.

Dengan banyaknya Honorer K2 yang tercoret itu artinya bisa dipastikan mereka tidak bisa mengikuti Tes CPNS yang akan dilaksanakan 3 Nopember 2013 mendatang.

Selasa, 01 Oktober 2013

Pengaduan CPNS 2013

Ini alamat layanan pengaduan CPNS 2013 :

I. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB)

Membuka layanan pengaduan di Sistem Aplikasi Pengaduan Kita (SIDUTA) di :

http://siduta.menpan.go.id/
Telp. : (021) -7246374, 
Fax. (021) 73988372. 
Email : siduta@menpan.go.id

Kamis, 26 September 2013

FKGS Kota Bekasi Minta Honorer Siluman Jangan Memaksakan Diri Masuk K2


Bekasi [SAPULIDI News] - Ketua Umum Forum Komunikasi Guru Sukwan (FKGS) Kota Bekasi, Indah Widya Astuti, S.Pd menghimbau kepada rekan-rekannya sesama tenaga honorer untuk tidak memaksakan diri masuk data base Kategori II (K2).

Hal ini disampaikannya untuk meminimalisir data honorer siluman yang hingga saat ini masih tergolong tinggi di Kota Bekasi.

Pada saat proses verifikasi dan validasi data yang dilakukan oleh BKD Kota Bekasi, ratusan guru honorer bahkan ramai-ramai memanipulasi data yang dibutuhkan sebagai persyaratan mengikuti tes K2 3 Nopember mendatang.

"Ada beberapa hal yang rawan dimanipulasi. Diantaranya, SK yang dimundurkan menjadi 2004, memanipulasi absen lama, membuat administrasi hingg 2004 dan yang terakhir membuat Daftar 1 untuk SD dari tahun 2004 hingga sekarang. Padahal umumnya mereka belum menjadi guru waktu itu," ungkap Indah yang juga segai guru honor di SDN Bekasijaya IV ini.

Sebagaimana diketahui untuk memanipulasi Daftar 1 perlu bekerja sama dengan Kepala Sekolah yang saat itu menjadi pimpinan disuatu satuan pendidikan pada tahun 2004.
"Jadi Kepala Sekolah, Oknum UPTD atau pimpinannya ikut berpartisipasi memanipulasi administrasi untuk meloloskan honorer masuk K2," jelas Indah.